USUT DUGAAN KORUPSI BEASISWA, BARESKRIM POLRI GANDENG BPK

JAKARTA, SELIDIK.Net—Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menghitung kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi beasiswa di anggaran Pemprov Papua tahun anggaran 2014-2017. 

Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Erwanto Kurniadi meengungkapkan haal tersebut kepada wartawan, Jumat (1/9/2017). Menurutnya, BPK telah menemukan sejumlah pelanggaran penggunaan dana.

“Untuk sementara ada sejumlah temuan dari BPK,” kata Erwanto.

Menurut Erwanto, temuan yang dimaksud adalah ditemukannya beberapa fakta dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan anggaran pendidikan berupa beasiswa untuk mahasiswa Papua tahun anggaran 2016.

“Kami menemukan beberapa fakta dugaan penyimpangan penyaluran beasiswa,” katanya.

Tak hanya itu, penyidik kata dia juga menemukan adanya pengalokasian dana anggaran APBD yang tidak sesuai peruntukannya. Akan tetapi hal itu masih terus ditelusuri.

“Sampai sekarang kami masih mengecek faktanya sesuai dengan temuan itu atau tidak,” terangnya.

Erwanto menambahkan, hingga saat ini, jumlah saksi yang sudah dimintai keterangan dalam kasus tersebut tercatat 15 orang. Di kasus ini, Gubernur Papua Lukas Enembe dijadwalkan untuk diperiksa sebagai saksi. Kendati demikian, Lukas tidak datang dalam dua kali panggilan pemeriksaan.

Kuasa hukum Lukas kata dia telah meminta penjadwalan ulang dan memastikan bahwa kliennya akan hadir untuk diperiksa polisi pada pekan depan.

“Sudah konfirm akan datang pada Senin (4/9) pekan depan,” ujarnya.***