WAKETUM GERINDRA AJAK DPR AJUKAN MOSI TIDAK PERCAYA

JAKARTA, SELIDIK.NET—Menyikapi kontroversi surat Fadly Zon kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang isinya meminta penundaan pemeriksaan Setya Novanto yang juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengajak anggota DPR RI untuk mengajukan mosi tidak percaya terhadap pimpinan DPR RI.

“Anggota DPR RI harus segera buat mosi tidak percaya pada Ketua DPR dan pimpinan DPR yang terkesan melindungi Setnov (Setya Novanto) dengan mengintervensi proses pemeriksaan Setnov sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP,” jelasnya dalam rilis yang diterima wartawan, Kamis (14/9).

Surat yang dilayangkan oleh Sekjen DPR ke KPK berisi permintaan agar pemeriksan terhadap Novanto dihentikan. Novanto merupakan salah satu tersangka dugaan korupsi KTP elektronik yang menyebabkan kerugian negara Rp.2,3 trilyun.

Langkah KPK untuk menahan Novanto sebaiknya didukung langsung oleh Presiden Joko Widodo sekaligus sebagai suntikan moral agar KPK tidak ragu-ragu membongkar secara total kasus e-KTP.

“Apalagi Jokowi di depan MPR /DPR saat pidato kenegaraan jelas untuk memberantas Korupsi. Jangan takut, DPR tanpa Ketua DPR juga masih bisa bekerja melaksanakan tugas-tugasnya sebagai institusi negara yang mewakili suara rakyat,” pungkas Arief Poyuono.***