PEJABAT SEKDA MADIUN DITETAPKAN TERSANGKA DALAM KASUS KORUPSI

JAKARTA, SELIDIK.Net—Kejaksaan Negeri Mejayan Madiun menetapkan seorang pejabat Sekretariat Daerah Kabupaten Madiun berinisial SU menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana rutin di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Madiun tahun anggaran 2015 senilai Rp 2 miliar.

“Untuk sementara tersangka satu orang dengan inisial SU. Perannya sebagai pengumpul potongan dana anggaran dari bidang-bidang,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Mejayan, I Made Jaya Ardana di halaman depan Kantor Kejaksaan Mejayan, Sabtu (22/7/2017).

Menurut keterangan Made, dugaan tindak pidana korupsi terjadi di Kantor Bappeda terjadi ketika SU menjabat sebagai Kepala Bidang Pendataan dan Statistik. Saat ini SU sudah dimutasi sebagai Kepala Bagian Administrasi Tata Pemerintahan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Mejayan, Wartajiono Hadi, mengungkapkan bahwa modus korupsi yang terjadi pada saat itu, SU mengumpulkan penyisihan dana taktis dari masing-masing bidang di Bappeda. Total dana yang dikumpulkan mencapai Rp 125 juta.

Tentang kemungkinan adanya tersangka lain, Made mengatakan, kondisi itu bisa terjadi bila tersangka SU membuka semuanya. Untuk itu, diharapkan tersangka SU kooperatif dan membuka siapa saja yang turut menikmat korupsi dana tersebut.

Terhadap temuan itu, SU masih tidak mengakui dan menyangkal telah menerima uang itu. Kendati demikian, berdasarkan alat bukti, keterangan saksi dan petunjuk menunjukkan tersangka SU yang menerimanya.

Sebelum penetapan tersangka terhadap SU, penyidik Kejaksaan Negeri Mejayan telah memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun, Tontro Pahlawanto.

“Sekda Madiun, Tontro Pahlawanto, diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dan rutin Bappeda Madiun tahun anggaran 2015 senilai Rp 2 miliar,” kata Wartajiono Hadi.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *