KORUPSI KTP ELEKTRONIK : KPK TEMUKAN BUKTI BARU KETERLIBATAN SN

JAKARTA, SELIDIK.NET—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya menemukan bukti-bukti tambahan dugaan korupsi proyek KTP elektronik yang menjerat Ketua DPR RI, SN.

Tim penyidik KPK menemukan bukti baru dalam bentuk dokumen tambahan terkait korupsi KTP elektronik setelah KPK melakukan penggeledehan di rumah dua orang saksi.

“Senin dan Rabu yang lalu tim penyidik KPK menggeledah rumah saksi,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (31/8).

Rumah saksi kasus e-KTP untuk tersangka Setnov yang digeledah yakni mantan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana dan mantan Direktur Produksi Perum PNRI Yuniarto.

Penggeledahan rumah Anang di daerah Permata Hijau, Kebayoran Lama, dilakukan pada Senin (28/8) lalu, dan berlangsung sekitar empat jam, mulai dari pukul 14.00-18.00 WIB.

Sementara itu, penggeledahan rumah Yuniarto di daerah Rawamangun dilakukan pada Rabu (30/8), dan berlangsung sekitar tiga jam, dari pukul 14.00-17.00 WIB.

“Ada dokumen terkait e-KTP dan barang bukti elektronik. Dari sana akan dipelajari lebih lanjut bukti-bukti tersebut,” tutur Febri.

Febri menambahkan, sejauh ini penyidik KPK telah memeriksa sekitar 90 saksi untuk tersangka SN.

Hari ini, penyidik lembaga antirasuah telah meminta keterangan dari anggota DPR dari Fraksi Golkar Agun Gunandjar Sudarsa.

Dalam kasus korupsi KTP elektronik, KPK sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka.

SN merupakan tersangka keempat dalam proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Selang seminggu penetapan SN, KPK kemudian menjerat koleganya Markus Nari.

Selain itu, SN diduga mengatur proyek senilai Rp5,9 triliun bersama Andi Narogong sejak awal penganggaran, pengerjaan hingga pengadaan e-KTP tersebut.

Dalam surat dakwaan Andi Narogong, SN disebut telah menerima keuntungan dalam proyek KTP ini. SN dan Andi Narogong disebut mendapat jatah sebesar Rp574,2 miliar.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *