BACA REKAM JEJAK 60 CALON KOMISIONER KOMNAS HAM

JAKARTA, SELIDIK.Net—Koalisi Selamatkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) merilis hasil penelusuran rekam jejak terhadap 60 calon komisioner Komnas HAM.
Pelaksanaan penelusuran rekam jejak terhadap para calon meliputi beberapa indikator, seperti kapasitas, integritas, kompetensi, dan indepensi.

Hasil dari rekam jejak tersebut mencatat 19 calon memiliki kompetensi sangat baik. Sementara 23 calon dinilai cukup baik dan lima calon dinilai perlu memahami isu-isu HAM.

Dari segi independensi calon, 13 orang ditemukan memiliki afiliasi ke partai dan 13 orang memiliki afiliasi dengan korporasi. Ditemukan pula sembilan orang di antaranya memiliki kaitan dengan organisasi radikal.

Penilaian integritas para calon menemukan lima orang terkait masalah korupsi atau gratifikasi, 11 orang dalam hal kejujuran, 8 orang terkait kekerasan seksual dan 14 orang bermasalah dalam isu keberagaman.

Kapasitas para calon pun dinilai belum terlalu baik. 11 orang di antara calon memiliki masalah dalam kerjasama, 12 orang bermasalah dengan kinerja dan 12 orang lainnya bermasalah dalam menjalankan prinsip manajerial.

Atika dari Arus Pelangi menyebut, tidak semua calon bersedia dimintai keterangan. Alasan yang diberikan karena tengah libur lebaran.

“Begitu juga ketika kami berikan opsi wawancara via telepon tapi itu tidak menyelesaikan masalah,” jelasnya.

Metode yang dipakai Koalisi Selamatkan Komnas HAM meliputi wawancara dengan calon, observasi, pemantauan media massa dan media sosial calon serta catatan selama proses dialog publik.

Error: Please select a widget content to display

BERITA TERKAIT

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

y

Jangan pernah meremehkan desa. Negara mengucurkan dana tak sedikit untuk pembangunan desa. Niat membangun desa ini sedang diwujudkan, salah satunya melalui penetapan Undang-Undang No. 6/2014 …

OBAMA: KORUPSI MERUGIKAN PEREKONOMIAN NEGARA

Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama menceritakan, saat dirinya menjabat sebagai presiden di tahun 2008, kondisi ekonomi di Amerika juga sedang terpuruk karena harga pasar …

PN TIPIKOR SAMARINDA DISARANKAN PROSES INDIKASI JUAL BELI VONIS

Pengadilan Negeri/Tindak Pidana Korupsi Samarinda, disarankan memproses secara hukum, terkait adanya indikasi dugaan oknum jual-beli vonis perkara dugaan korupsi. Ini dikemukakan Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, …

DUH, LIMA ORANG CALON KOMISIONER KOMNAS HAM TERINDIKASI KORUPSI

JAKARTA,SELIDIK.Net—Sejumlah organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam organisasi bernama Koalisi Selamatkan Komnas HAM melakukan penelusuran rekam jejak terhadap 60 calon komisioner Komnas HAM. Direktur Pusat …

DUH, LIMA ORANG CALON KOMISIONER KOMNAS HAM TERINDIKASI KORUPSI

JAKARTA,SELIDIK.NetSejumlah organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam organisasi bernama Koalisi Selamatkan Komnas HAM melakukan penelusuran rekam jejak terhadap 60 calon komisioner Komnas HAM. Direktur Pusat Bantuan Hukum Indonesia Totok Yulianto, salah satu anggota koalisi, mengatakan, dari hasil penelusuran aspek integritas ditemukan fakta bahwa lima orang calon komisioner terindikasi masalah korupsi dan gratifikasi.

“Melihat dari segi integritas lima orang terkait dalam korupsi dan gratifikasi,” ujar Totok saat memberikan keterangan pers, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (2/7/2017).

Menurut Totok, meski kelima calon tersebut tidak pernah berstatus tersangka, namun nama mereka pernah disebut dala catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Selain itu, lanjut Totok, ada pula calon komisioner yang diduga menyalahgunakan fasilitas negara.

“Ada calon yang saat menjadi pejabat negara, rumah dinasnya digunakan untuk kepentingan pribadi. Beberapa ada juga yang kemudian terlibat dalam penanganan kasus korupsi. Indikasinya seperti itu,” kata Totok.

Sementara itu, koalisi juga menemukan sebelas calon bermasalah dalam hal kejujuran, delapan orang bermasalah dalam hal terkait kekerasan seksual dan empat belas orang bermasalah dalam isu keberagaman.

Sedangkan secara umum koalisi mendapatkan 19 calon memiliki kompetensi yang baik, 23 calon memiliki kompetensi yang cukup baik dan lima calon masih harus mendalami isu-isu HAM.

Totok mengatakan, penelusuran rekam jejak dilakukan oleh anggota koalisi dengan menghimpun data sekunder dari media massa, media sosial pernyataan calon saat dialog publik.

Setelah itu, koalisi juga mewawancarai para calon komisioner. Dari 60 calon komisioner, lima calon menolak memberikan informasi dan tujuh calon tidak memberikan informasi secara keseluruhan.

Hasil penelusuran rekam jejak tersebut, kata Totok, rencananya akan diserahkan ke Panitia Seleksi Komnas HAM pada Senin (3/7/2017).

“Informasi sekecil apapun yang kami temukan itu kami masukkan dalam catatan yang kami serahkan kepada panitia seleksi komisioner Komnas HAM. Kami harapkan pansel bisa mengeksplorasi dan menilai apakah orang ini layak atau tidak layak,” ucapnya.